Peran Sikap Merendahkan by Blink, Malcolm Gladwell

Ada yg menarik dari buku yang sedang aku baca, sangat bagus untuk aku renungkan agar ke depan tidak membuat kesalahan jika sudah berumah tangga nantinya ;), isi buku ini juga ngga asal2an karena Gladwell melakukan survey yang mendalam dulu sebelum menulis buku ini. Gladwell menyebutkan bahwa proses pemahaman cepat (rapid recognition) sesungguhnya adalah kemampuan bawah sadar kita untuk menemukan pola-pola dalam situasi-situasi dan perilaku berdasarkan cuplikan pengalaman yang sangat singkat. Ia menyebutnya dengan Teori Cuplikan Tipis (Thin Slicing).

Salah satu yang menarik perhatian adalah yang diungkapkan seorang psikolog bernama Gottman, apabila ia mengamati pasangan yang sama selama 15 menit, tingkat keberhasilannya sekitar 90% untuk memperkirakan pasangan itu masih tetap suami-istri belasan tahun kemudian. Untuk melihat sebuah pasangan dalam sebuah perkawinan itu berlangsung langgeng atau tidak, cukup memperhatikan cara mereka saling berkomunikasi. Sebagian besar yg dibutuhkan cukup dengan memperhatikan yang di sebut Empat Joki (Four Horsemen) : sikap defensif (defensiveness), tak menjawab atau asal menjawab (stonewalling), sikap mencela (criticism) dan sikap merendahkan (contempt). Apabila Gottman melihat salah satu atau kedua pasangan dalam suatu perkawinan menunjukkan sikap merendahkan atau jijik kepada yang lain, bagi Gottman itu cukup untuk mengatakan bahwa perkawinan mereka bermasalah.

“Anda mungkin mengira mencela atau mengkritik paling buruk,” kata Gottman, “sebab di mana-mana mencela dipandang sebagai perbuatan sangat tidak disukai. Namun, memandang rendah secara kualitatif berbeda dari mencela. Dengan mencela, saya mungkin mengatakan kepada istri saya, “Kamu tidak pernah mendengarkan, kamu betul-betul egois dan tidak peka.” Sesungguhnyalah, ia akan menanggapi dengan sikap bertahan. Itu tidak baik untuk sebuah upaya penelusuran dan pemecahan masalah. Akan tetapi, kalau saya berbicara dari posisi superior, itu jauh lebih merusak, dan ungkapan merendahkan biasanya berasal dari kalangan lebih tinggi. Umumnya sikap ini hadir dalam wujud pelecehan, tujuannya menempatkan orang di tataran lebih rendah daripada Anda. Di sini hierarki lebih terasa.”

Buku ini juga memberikan gambaran bahayanya membuat kesimpulan cepat: pemasar bisa memanipulasi kesan pertama konsumen, polisi bisa menembak mati seseorang yang tak bersalah, peserta pemilih bisa saja memilih presiden yang tampan namun ternyata tidak mampu bekerja. Lebih jauh Gladwell mengingatkan bahwa hal ini terjadi karena kita salah membaca informasi. Beberapa jebakan sering muncul diantaranya adalah bahwa seringkali kita terjebak oleh sterotipe tertentu (prasangka), diskrimasi (bias gender, rasis), bahkan bisa terpesona oleh penampilan fisik.

Beberapa tulisan diambil dari : http://jejakelana.blog.com, jadi ga kebanyakan ngetik :p

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.